*JANGAN PERNAH MERAYAKAN HARI 💌IBU💌*

img_20161222_071701*JANGAN PERNAH MERAYAKAN HARI  💌IBU💌*

Ust. _DR. Syafiq R. Basalamah, MA._

_Siapa yang tidak mengenal IBU..?_
_Semua manusia yang ada setelah Adam dan Hawa *pasti dilahirkan dari rahim seorang IBU..*_
Betapa _agungnya peran IBU.._
Betapa _mulianya pengorbanan IBU.._
_Kasihnya sepanjang masa.._
_Bak sang surya menyinari dunia. Budi baiknya tak pernah dapat dibalas oleh beta.._
Namun sayangnya..
_Sudah banyak dari anak Adam yang melupakan hak-hak ibunya.. Mereka dilalaikan dengan kesibukan dunia yang tiada habisnya.._
_Sungguh sakit hati ini.._
_Melihat kedurhakan banyak anak kepada ibundanya.._
Dan _tatkala manusia sudah banyak yang menzalimi ibunya.._
_Tatkala mereka tenggelam dalam lautan durhaka, karena kebiadaban dan kesibukannya.._
_*Sebagian orang tersadarkan dari mabuk dunia..*_
_*Terjaga dari mimpi panjang dan angan-angannya..*_
_*Menepi ke pantai kebajikan, berfikir untuk kembali menghargai ibunya..*_
_Maka mereka berinisiatif untuk membuat SATU HARI spesial UNTUK IBU.._
Kata mereka, _”HARI IBU”_
_Ia, *bagimu ibu yang telah mengandung 9 bulan, ada SATU HARI untukmu..*_
_Bagimu *yang telah menyusuiku selama 24 bulan, aku peruntukkan SATU HARI dari hidupku untukmu.*._
_Bagimu *yang tidak pernah lelah merawatku sejak lahir sampai aku dewasa, ada SATU HARI di hatiku untukmu..*_
_Bagimu *yang rela tidak tidur untukku, rela lapar untukku, rela sakit asal aku sehat, hanya ada SATU HARI bagimu..*_
_*SATU HARI* dari *360 HARI yang kumiliki.. Kupersembahkan untukmu.., 24 jam* dari *8640 jam waktuku.. Kuperuntukkan untuk mengingatmu..*_
_Wahai anak Adam.._
Sadarilah..
_Hal ini benar-benar suatu kebodohan nyata dari seorang anak.._
_Tidak tahu diri.. Tidak kenal bakti dan balas budi.._
_Dan memang itulah peradaban orang-orang yang tidak beriman.._
_Mereka ingin menggantikan kebiadabannya dengan membuat HARI IBU…???_
*_BAGI YANG BERIMAN…_*
⛔ *_JANGAN PERNAH MENGUCAPKAN SELAMAT HARI IBU…_*
⛔ *_JANGAN PERNAH MERAYAKAN HARI IBU…_*
*_Karena di dalam Islam.._*
_*Semua hari* adalah *untuk IBU..* *Semua waktu* adalah *untuK IBU..* *Mengangkat suara atasnya diancam NERAKA..*_
_*TIDAK MENTAATI IBU akan membuat MURKA SANG PENCIPTA..*_
_*KERIDHAAN ALLAH berada di KERIDHAAH IBU..*_
_*IBU adalah orang yang paling berhak untuk dikasihi dan dihormati setelah Allah ta’ala dan Rasulnya..*_
*_BUKAN ISTRI dan ANAK…_*
*_APALAGI HARTA…_*
_Kebaikannya tatkala hidup selalu dijaga.._
_Pengorbanannya setelah matipun akan selalu diingat.._
_Lisan seorang muslim selalu basah dengan doa untuknya.._
⛔ _Jangan pernah berkata : *”Daripada tidak ingat sama sekali”*_
*Ingat.. !!!*
_Itu adalah *falasafah orang-orang yang tidak tahu membalas budi dan kamu bukan mereka..*_
_Ubahlah falsafah itu.._
_*Ubahlah sikapmu yang selama ini lebih mengutamakan istri dan anak..*_
_Kamu tidak akan pernah ada *tanpa ibundamu..*_
_Kamu tidak akan *dewasa tanpa ibumu..*_
_Kamu tidak akan *seperti sekarang tanpa kasih sayang ibu..*_
_*”Celakalah seorang anak yang tidak memasukkan orangtuanya ke dalam Surga, sedangkan ibu bapaknya atau salah satu darinya, ia dapati masih hidup”.*_
_Itulah pesan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam._
*_Jadikanlah semua harimu untuk IBU.._*
_*Ya, mulai detik ini..*_
Dan _senantiasalah mendoakan IBU mu_
رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا
_”Ya Robb-ku, ampunilah aku dan kedua orangtuaku; dan sayangilah mereka sebagaimana mereka telah mendidik aku pada waktu kecil.”_

Iklan

Kisah Inspiratif

Seorang Bidan Menjadi Pendidik Al-Qur’an

(Orangtua Hilyah Qonita, Juara 1 Hafizh Indonesia RCTI 2013)

belajar Sejak menikah, saya nuroniyah Manaf dan suami Muslim, sepakat menjadikan pendidikan Al-Qur’an sebagai landasan utama sebelum anak-anak belajar ilmu-ilmu yang lain.

Kini, kami dikaruniai tiga orang anak, Aufa Alfa Zhilah (9th), Hilyah Qonita (5th) dan Muhammad Al Fatih (11 bulan). Kami tinggal di daerah kebon jeruk Jakarta Barat.

Aktifitas saya sehari-hari adalah sebagai guru ngaji dirumah. Bersama suami, saya mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak yang berada dilingkungan sekitar rumah.

Sebelum mengabdi menjadi pengajar Al-Qur’an, saya pernah menjadi bidan di RS Islam Jakarta Pusat. Namun saat mengandung Aufa di usia kehamilan tujuh bulan, saya berhenti menjadi bidan karena ingin fokus mendidik anak-anak secara intensif. Aktifitas suami selain menjadi guru di SDIT, juga menjadi guru ngaji, termasuk diantaranya menjadi guru Tahsin di Nurul Hikmah, Pesantren Ust. Muzammil.

Baca lebih lanjut

Mengajari Anak Tentang Uang

Mengajari Anak Tentang Uang

“Orang hemat adalah orang yang tahu sumber masuk dan keluarnya uang melalui sebuah usaha, agar tidak besar pasak daripada tiang” (Ayah Edy)

Kenapa pentingnya kita selaku orangtua untuk mengajari anak tentang uang dan bagaimana mengajarkan anak menabung?????

Masalah yang pernah  saya hadapi  ketika si Kakak sudah masuk SD. Setiap hari Kakak minta uang jajan, yang saya khawatirkan ia akan jajan makanan atau minuman yang tidak sehat. gimana solusinya yah?

Baca lebih lanjut

Mendidik Islami Ala Luqman Al-Hakim

Mendidik Islami Ala Luqman Al-Hakim

Oleh: Dr. Attabiq Luthfi, MA

dakwatuna.com – “Dan (Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi nasehat kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar ….. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai”. (Luqman: 13-19)
Baca lebih lanjut

Dongeng Untuk Ayah

Dongeng untuk ayah&bunda: Ping-Ping si anak penguin
by Idzma Mahayattika on Friday, October 7, 2011 at 2:04pm

Suatu pagi di Sekolah pantai artik. sambil menunggu anak-anaknya yang masih sekolah, bunda camar dan bunda penguin sedang berbincang. Seperti biasa, para bunda membicarakan perkembangan anak-nya masing-masing.

bunda camar : “anaknya sudah bisa apa jeung? Anakku sudah bisa lompat-lompat di batu”.

bunda penguin : “anak saya baru bisa jalan nih jeung…..gimana ya?anaknya udah bisa lompat-lompat gitu belajar dimana?”. (sambil tertunduk)

bunda camar : “oh ada gurunya, namanya pak camir. dia yang ngajar anak saya di kelas camar”.

“oooh…..gitu ya jeung” sahut bu penguin. Sejak itu, bu penguin menjadi cemas jika anaknya nanti menjadi tidak mampu bersaing dengan anak-anak lainnya.

Baca lebih lanjut