Diposkan pada Publikasi Ilmiah

Opini : Teknologi Pendidikan Dan Efektivitas Pembelajaran

Telah dipublikasikan oleh Bangka POS, April 2018

Teknologi Pendidikan & Efektivitas Pembelajaran

Oleh
Rizma Panca Patriani, S.T
Guru SMK Negeri 1 Pangkalpinang

Pendidikan yang efektif adalah suatu proses pendidikan yang memungkinkan peserta didik untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan dan dapat tercapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. Dengan demikian, pendidik (dosen, guru, instruktur, dan trainer) dituntut untuk dapat meningkatkan keefektifan pembelajaran agar pembelajaran tersebut dapat berguna.
Efektifitas pendidikan di Indonesia sangat rendah. Setelah praktisi pendidikan melakukan penelitian dan survei ke lapangan, salah satu penyebabnya adalah tidak adanya tujuan pendidikan yang jelas sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Hal ini menyebabkan peserta didik dan pendidik tidak tahu “goal” apa yang akan dihasilkan sehingga tidak mempunyai gambaran yang jelas dalam proses pendidikan. Jelas, hal ini merupakan masalah terpenting jika kita menginginkan efektifitas pengajaran. Bagaimana mungkin tujuan akan tercapai jika kita tidak tahu apa tujuan kita.

Lanjutkan membaca “Opini : Teknologi Pendidikan Dan Efektivitas Pembelajaran”

Diposkan pada Publikasi Ilmiah

Opini : Menjadi Guru Penulis Dan Melek Literasi

Telah dipublikasikan oleh Bangka POS, 9 Maret 2018

MENJADI GURU PENULIS & MELEK LITERASI

Oleh
Rizma Panca Patriani, S.T
Guru SMK Negeri 1 Pangkalpinang

Pada dasarnya manusia pasti berhadapan dengan yang namanya literasi. Manusia diajarkan untuk membaca, menulis dan lain sebagainnya. Secara bahasa literasi dapat diartikan sebagai kemampuan menulis dan membaca (keberaksaraan). Literasi berasal dari bahasa Latin “Literatus”yang berarti orang yang belajar.
Menurut kamus Merriam-Webster kata literasi berasal dari istilah Latin yaitu “literature”dan bahasa inggrisnya adalah “letter”. Literasi diartikan sebagai kemampuan atau kualitas melek huruf/aksara yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis. Dalam konteks ke Indonesiaan literasisering dikenal dengan istilah buta huruf atau tidak bisa membaca.
Dari teori diatas saya dapat menghubungkan dengan pernyataan seorang teman ungkapan bahwa menulis tidaklah mudah, seperti mudahnya membalikkan telapak tangan. Menulis juga tidak sulit, seperti susahnya membalikkan batu besar. Mudah atau sulitnya kegiatan menulis, tergantung kepada motivasi, persepsi, dan niat, serta komitmen seseorang. Menulis bisa jadi mudah, lancar, bagai air mengalir, bila seseorang memiliki motivasi, persepsi yang benar, niat, dan komitmen yang kuat. Menulis juga bisa sulit, bahkan amat sulit, kalau seseorang tidak memiliki motivasi, persepsi, dan niat, serta komitmen. Persepsi seseorang tentang menulis turut menentukan apakah seseorang termotivasi untuk menulis atau tidak. Banyak orang menganggap bahwa menulis sangat sulit. Ada pula yang menganggap menulis merupakan kewajiban. Lanjutkan membaca “Opini : Menjadi Guru Penulis Dan Melek Literasi”

Diposkan pada Publikasi Ilmiah

Opini : Kultur Baru Pembelajaran Tantangan Baru Guru Masa Depan

Telah dipublikasikan oleh Bangka POS, 14 Desember 2017

Kultur Baru Pembelajaran
Tantangan Baru Guru Masa Depan

Oleh.
Rizma Panca Patriani, ST
Guru SMK Negeri 1 Pangkalpinang

img_20190522_1131311588512057.jpg

Kemajuan penyelenggaraan pendidikan, dalam hal ini berkenaan dengan pembelajaran sangat ditunggu. Apalagi dengan telah lahir dan diterapkannya kurikulum 2013. Konsekuensinya, dengan perubahan kurikulum tentu akan mengubah kegiatan operasional pembelajaran di sekolah. Sudah waktunya perubahan penyelenggaraan pembelajaran di sekolah terlaksana sesuai dengan yang diharapkan. Guru sebagai ujung tombak pelaksana pembelajaran di sekolah, perlu melakukan perubahan yang berarti dalam pembelajaran. Perubahan tersebut secara psikologis akan berpengaruh positif terhadap sikap dan perilaku siswa dalam pembelajaran. Pendidikan adalah hal yang paling penting bagi kemajuan suatu bangsa. Bila dalam suatu negara terdapat pendidikan yang berkualitas, maka tentu akan berpengaruh terhadap produk generasi bangsa yang berkualitas pula. Untuk itu bila suatu bangsa ingin maju, tingkatkanlah terlebih dahulu kualitas para generasi bangsa dengan cara meningkatkan mutu pendidikan. Namun, tidaklah mudah untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan hanya membalikkan telapak tangan. Butuh kerjasama dari semua pihak yaitu pemerintah, guru, orang tua, dan yang paling penting adalah para peserta didik. Tidak sedikit permasalahan-permasalahan muncul pada pendidikan, terutama pada pendidikan masa kini yang semakin banyak menuai permasalahan dan kurang antisipasi objek permasalahan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dengan baik Akibatnya, peserta didik akan merasa menikmati kegiatan. Peserta didik merasakan bahwa pembelajaran bukanlah suatu yang membebaninya. Akan tetapi, peserta didik akan merasakan enjoy dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, akan berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik.

Lanjutkan membaca “Opini : Kultur Baru Pembelajaran Tantangan Baru Guru Masa Depan”

Diposkan pada Publikasi Ilmiah

Opini : Guru Perlu Sentuhan Teknologi

Telah dipublikasikan di Bangka Pos, 2 November 2017

Guru Perlu Sentuhan Teknologi
Oleh.
Rizma Panca Patriani, ST
Guru SMK Negeri 1 Pangkalpinang

Teknologi dapat dikatakan sebagai jelmaan dari perkembangan pada tiap tahapan zaman dan peradaban manusia, perkembangan teknologi saat ini begitu cepat mengalami peningkatan, hal ini membuat manusia mau tidak mau harus pengikuti perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi yang diterima generasi saat ini mampu menciptakan ledakan informasi yang sangat hebat baik itu melalui internet, youtube dan media sosial.
Peran seorang guru pada pengelolaan kelas sangat penting khususnya dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menarik. Itu karena secara prinsip, guru memegang dua tugas sekaligus masalah pokok, yakni pengajaran dan pengelolaan kelas.Tugas sekaligus masalah pertama, yakni pengajaran, dimaksudkan segala usaha membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sebaliknya, masalah pengelolaan berkaitan dengan usaha untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan pembelajaran. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan peserta didik. Demikian pula peserta didik dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet.

Lanjutkan membaca “Opini : Guru Perlu Sentuhan Teknologi”